Once Upon a Time in Sakuragaoka (2)

| Comments

“Hhh…Hhh…”, Shika masih terus berlari. Letak kuil Konohana Sakuya sendiri sebenarnya tidak begitu jauh, tepat di depan tangga menuju kuil ada tanah lapang dan pepohonan sakura. Di balik pepohonan itu didirikan sebuah cafe, milik seorang kakek bernama Tomoaki Tsurugi. Dan Shika sedang berlari melewati tempat itu. Shika menengok sebentar. “Paman Tsurugi sepertinya sudah di sana…”, Shika sedikit tersenyum… Shika pun memutuskan menerobos pepohonan sakura menuju belakang cafe, sejak dulu jalan menuju kuil dibuat mengitari tanah lapang, “Konservasi pohon sakura… Kita kan harus mencintai lingkungan…”. Ugh, entah kenapa Shika agak dongkol jika orang-orang yang ditanya mengenai pepohonan di lokasi tersebut menjawab seperti itu. Karena baru masuk musim semi pemandangan yang dilewati Shika hampir ditutupi warna pink-putih bunga sakura. Walaupun hampir tidak pernah dilewati sebagai jalan reguler menuju kuil, tanah lapang tersebut sering dikunjungi orang-orang yang ingin melakukan hanami (melihat bunga sakura yang baru mekar). Dan sudah pasti Cafe yang terletak dekat situ jadi lebih banyak pengunjung daripada biasanya… … “…” Tiba-tiba langkah Shika terhenti.